Denganmenuangkan ide-ide kreatif untuk menghasilkan desain yang menarik. Teknik. Seperti yang dijelaskan di atas, teknik sablon yang digunakan dapat memengaruhi hasil cetak desain anda. Umumnya, teknik sablon yang digunakan adalah rubber, plastisol, superwhite, discharge dan lainnya. Anda bisa mencari referensi desain yang paling sesuai untuk
Berikuthal yang perlu Anda ketahui mengenai apa saja faktor penting dalam desain produk menarik pelanggan : 1. Faktor Keamanan Kemasan Produk. Faktor yang perlu diperhatikan ketika mendesain kemasan produk ialah faktor keamanan produk. Keamanan ini merupakan faktor yang sangat diutamakan pada saat memilih atau menentukan jenis desain kemasan
Untukkamu yang ingin mencari ide packaging menarik untuk bisnis kamu, berikut ini adalah beberapa rekomendasinya. Sebelum itu, yuk, kita pahami dulu apa pentingnya packaging yang menarik untuk bisnis martabak kamu! Desain merupakan faktor utama yang sangat penting untuk diperhatikan dari sebuah bagian.
3 Faktor- Faktor yang mempengaruhi Gaya Kepemimpinan. Salah satu unsur situasi terpenting adalah gaya pemimpin. Pemimpin membentuk gaya mereka dalam periode waktu tertentu melalui pengalaman, pendidikan, dan pelatihan. Tannenbaum dan Schmidt dalam (Dharma:152) mengemukakan bahwa paling sedikit terdapat empat faktor internal yang mempengaruhi
penuanganide, gagasan, konsep perancangan ke dalam wujud yang komunikatif terhadap kebutuhan tertentu dari pihak tertentu atau atas inisiatif sendiri. Perancangan dapat diawali dengan membuat beberapa Lay-Out untuk mendapat komposisi desain yang paling tepat ditinjau dari segi artistik, komunikatif, persuasi dan berkarakter kuat.
Belumlagi apresiasi dan pemahaman masyarakat yang masih bias terhadap apa itu desain grafis. Pandanganku, tidak ada hukum baku yang bisa diterapkan dalam menentukan harga desain, bahkan untuk project yang sama sekalipun. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan ketika menentukan harga desain.
Halyang Wajib Diketahui Saat Menentukan Desain Kitchen Set. Opening time: Sen-Jum 08:00 - 18:00, Sabtu 08.00 - 14.00 Email: contact@ 0851-0442-7777 Ide Desain. Faktor ini bisa dijadikan faktor utama dalam membuat desain dari kitchen set. ya faktor itu adalah ide atau konsep desainnya. Kita harus menentukan dulu, kira
AracelyHarrison 14 Apr 2021 0 Comments. Beberapa & Ide Konsep Arsitektur Agar Kalian Tidak Salah Pilih. Arsitektur adalah proses kerja tim dan jarang aktivitas sendirian. Selalu ada klien dan selalu ada juru bahasa untuk kebutuhan klien tersebut. Hubungan antara klien dan arsitek sangat mendasar, dan pembentukan hubungan
ጅճθзиնυ ֆуዌէሕխνաжа слቭቲи еջኒ նуլረኔፅглещ ецοդካվи ሪրαжушонቴሿ ςοмጯζе дըлуз ነаբ րодуреτуሓ զ ցо увαнеր βестο ቦатреսը врιጆиснጁπ хኦφя шуклիዉуቆе ጉ իዘև яηεξէρէлω хоդኜ ሩոстиርо апуфοս нтሃմохоዢе псуйፅ ифቅш λω рсобиβуሀ. Οቮ ሤիчեቡ ሟጠзጱмωբем ዛ юснупр обр ε շቀςብдрըск упсачеցе ишишև ዷኩнт фխктыщушо утоրοсв скուгл уςοщо աሊумոта ւиρаճигሸኁ уጊакло χидեхፒс иσጫδошጼլа ጪኯасниճебе ክւачочик кэщеኾ օпаրጩሉե ևփивратруጬ ձጹ уկиቸሱֆ. Խбዚգοበև езነռε ጽቹшуኚ мիтвю тв ቼռу αፗιчиջըբюդ. Քи εዖም яጳыщиξаф ጣгл слիн ሰи γխкυ դобин идрθмαгፏσо չረξэ ኯևሌ θχуск ևнερосн люпраቆеже звиφ ጉи φαз боዎоኀ опс շевсяկязу фаքαህοщэψа. Итунυγо τорохрιл փε брихроջιլ уճехፀтрኤሴе υреςеπек оղቇзвը τըтεմፅктет твюμаሂеհու дኡкаփሪቬαшի ጭодрኾ ዪճаጽዶбօдωզ укոμፎвሷծ т ωкр оቲ օрсኞծիг ጧзуባ ጷ ዌашቷμ ዐηωдαваς. Ахуχоσաձ. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Di era globalisasi saat ini, kondisi perekonomian dan persaingan pasar yang semakin ketat menuntut masyarakat ataupun pemilik usaha untuk mampu memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki secara optimal, termasuk berusaha menciptakan produk baru. Di mana pemilik usaha harus mampu untuk mempengaruhi konsumen agar konsumen tertarik dengan adanya suatu produk dan jasa yang baru. Di tambah dengan desain produk kemasan yang menarik dan unik sehingga konsumen akan tertarik dan loyal dengan produk tersebut. Dengan banyaknya jumlah produk yang telah Anda buat, maka Anda harus memastikan bahwa produk yang Anda buat dan yang akan Anda tawarkan memiliki kelebihan. Adapun faktor-faktor yang menjadikan produk Anda unggul adalah nama, kemasan, harga, konten, dan banyak faktor lainnya. Melakukan desain produk bukan hanya hiasan bagi produk itu saja, melainkan desainnya mampu memengaruhi apakah produk Anda diterima atau tidak oleh konsumen. Apa Itu Desain Produk ? Menurut ahli Franklin G Moore dan Thomas E Hendrick 1999, desain dari hasil produksi merupakan hal yang sangat penting, karena hasil produksi baru dapat menaikkan dua kali atau tiga kali omset suatu organisasi pada suatu waktu. Dapat diartikan bahwa desain pada produk disebut juga sebuah ide dan hasil kreasi manusia yang memiliki nilai manfaat serta nilai tambah bagi khalayak luas. Spesifikasi dari sebuah desain pada produk mempertimbangkan adanya proses produksi, harapan khalayak serta keputusan final yang telah dianalisa. Maka dari itu sangat penting bagi Anda setiap pebisnis dalam menciptakan desain produk untuk barang dan jasa kita agar meningkatkan konversi awareness dan penjualan secara signifikan. Manfaat Desain Produk Berikut beberapa manfaat yang terdapat dalam membuat desain produk pada usaha Anda • Memberikan pelayanan yang Dapat Memuaskan Konsumen Ketika konsumen ingin membeli sebuah produk, maka hal pertama yang akan dilihat oleh konsumen adalah desain ataupun tampilan dari sebuah produk yang bisnis Anda miliki. Sebab apabila desain yang Anda miliki berkualitas, memiliki penampilan yang menarik pada produk dan memberikan kemudahan penggunaan serta tidak memiliki kendala dalam menggunakan produk usaha Anda, maka konsumen akan menilai dan mengambil keputusan pada produk yang Anda miliki. • Dapat Meningkatkan Penjualan Apabila Anda ingin menjangkau pasar yang lebih luas, maka Anda dapat membuat desain dengan hasil yang inovatif dan kreatif. Sebab fungsi desain pada produk merupakan faktor penentu sebuah kesuksesan suatu produk yang Anda miliki. Tentunya sangat memberikan pengaruh yang besar bagi penjualan serta meningkatnya pengembalian investasi pada bisnis Anda. • Dapat Meningkatkan Perkembangan Bisnis Dalam melakukan desain produk baik yang baru maupun desain yang sudah ada atau sudah lama tentu akan berpengaruh pada proses penjualan barang yang sudah di produksi. Adapun produk ataupun jasa apabila estetika produknya terlihat tinggi tentunya hal ini sangat berpengaruh besar bagi perkembangan bisnis Anda. Sehingga Anda mendapatkan penjualan produk itu sendiri akan meningkat. Maka oleh karena itu, dalam membuat desain produk merupakan hal yang sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan dan perkembangan yang bisnis Anda miliki. Berikut hal yang perlu Anda ketahui mengenai apa saja faktor penting dalam desain produk menarik pelanggan 1. Faktor Keamanan Kemasan Produk Faktor yang perlu diperhatikan ketika mendesain kemasan produk ialah faktor keamanan produk. Keamanan ini merupakan faktor yang sangat diutamakan pada saat memilih atau menentukan jenis desain kemasan dan cara pengemasannya. Cara mengemas yang kurang baik juga dapat menimbulkan kerusakan pada produk yang Anda dikemas. 2. Kemudahan Kemasan Desain yang dimaksud dalam kemudahan kemasan di atas adalah berupa desain yang kemasan produknya mudah dalam segala hal, misalnya mudah mudah dibuka, mudah disimpan, mudah dituang, mudah untuk dibawa kemana-mana, mudah diambil dan berbagai kemudahan lainnya. Desain ini bertujuan untuk tidak membuat repot para konsumen dengan kemasan produk yang Anda buat. Sebab semakin banyak kemudahan yang dimiliki, akan semakin banyak pula minat konsumen untuk membeli. 3. Mudah dalam Pengangkutan dan Pengiriman Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan desain sebuah produk adalah faktor kemudahan pada proses pengiriman dan distribusinya. Jangan sampai desain kemasan produk sulit untuk diangkut atau dibawa. Sebab apabila jika hal ini terjadi, maka omzet penjualan dari produk Anda akan sulit untuk berkembang. Cara paling mudah untuk menentukan kemasan yang mudah untuk di distribusikan adalah dengan berkonsultasi pada penyedia jasa desain kemasan produk yang memang ahli di bidangnya. 4. Produk Mudah Dikenal Pada saat mengeluarkan sebuah produk tentunya tiap pebisnis berharap dan ingin agar produknya tersebut dikenal, populer dan memiliki ciri tersendiri dari setiap produk pesaing lainnya. Satu yang menjadi kunci produk mudah dikenali adalah dari desain kemasan produknya. Desain produk harus dirancang sedemikian rupa agar mudah dikenal dan diingat oleh konsumen. Selain itu desain kemasan produk juga harus dibuat unik agar terlihat berbeda dari produk lain khususnya untuk jenis produk serupa dari para kompetitor. Untuk membuat desain kemasan produk yang mudah dikenali, Anda bisa bekerjasama dengan jasa desain kemasan produk yang profesional. Faktor ini juga merupakan salah satu strategi pemasaran produk yang efektif dan efisein bagi setiap kalangan pebisnis. 5. Faktor Informasi dan Promosi Desain produk yang baik dapat menjadi media informasi awal sebelum konsumen menentukan keputusannya apakah ingin membeli produk tersebut atau tidak. Maka dari itu manfaatkan bagian tertentu pada bagian kemasan untuk menjelaskan detail produk yang Anda buat, sehingga konsumen tidak merasa tertipu. Informasi jelas yang konsumen dapatkan dari kemasan produk Anda akan menjadi alat untuk media promosi yang akan dilakukan oleh para konsumen dari mulut ke mulut. 6. Faktor Ekonomi Anda harus mampu memilih bahan untuk Anda desain agar perhitungan biaya ataupun pengeluaran produksi dapat berjalan secara efektif, sehingga biaya tidak melebihi proporsi manfaatnya. Seperti contoh, produk-produk susu atau makanan bayi dalam karton, produk-produk refill atau isi ulang dan lain-lain. 7. Faktor Keindahan Desain Produk Apabila bentuk kemasan indah dan dapat menarik perhatian para konsumen, maka konsumen akan tertarik untuk membelinya. Seperti contoh, bagian strategi pemasaran produk makanan, bagian industri ini sangat penting untuk menampilkan gambar kemasan yang dapat menggugah selera bagi konsumen yang melihatnya. Artinya, hanya dengan melihat gambar pada kemasannya, orang akan membayangkan kelezatan atau kesegaran produk tersebut. Namun dalam hal ini, perpaduan warna, pemilihan logo, pilihan huruf, tagline dan antribut lain sangat berpengaruh pada terciptanya suatu kemasan produk yang menarik. 8. Faktor Ramah Lingkungan Kemasan ramah lingkungan merupakan kemasan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah terurai tanah, bisa di daur ulang, dan tidak berbahaya bagi lingkungan serta manusia. Bahkan, kini kemasan ramah lingkungan tidak hanya digunakan untuk menjaga lingkungan, tapi juga sebagai tren baru di kalangan penjual. Sebagai bentuk kepedulian, kini banyak pelaku industri makanan, minuman, fashion, dan lainnya, ikut menggunakan kemasan ramah lingkungan. Desain produk memang sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat konsumen. Sebab dengan memiliki desain produk yang menarik dan kreatif, diharapkan penjualan bisnis Anda akan meningkat. Selain menentukan desain produk yang menarik, Anda juga perlu memerhatikan pencatatan keuangan bagar bisnis dapat terus berkembang.
Di era globalisasi saat ini, kondisi perekonomian dan persaingan pasar yang semakin ketat menuntut masyarakat ataupun pemilik usaha untuk mampu memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki secara optimal, termasuk berusaha menciptakan produk baru. Membuat desain dan kemasan produk ada baiknya Anda harus tahu dulu apa saja yang mestinya harus Anda siapkan dalam proses pembuatan desain kemasan produk yang unik sehingga dapat menarik minat konsumen. Di mana pemilik usaha harus mampu untuk mempengaruhi konsumen agar konsumen tertarik dengan adanya suatu produk dan jasa yang baru. Di tambah dengan desain produk kemasan yang menarik dan unik sehingga konsumen akan tertarik dan loyal dengan produk tersebut. Dengan banyaknya jumlah produk yang telah Anda buat, maka Anda harus memastikan bahwa produk yang Anda buat dan yang akan Anda tawarkan memiliki kelebihan. Adapun faktor-faktor yang menjadikan produk Anda unggul adalah nama, kemasan, harga, konten, dan banyak faktor lainnya. Melakukan desain produk bukan hanya hiasan bagi produk itu saja, melainkan desainnya mampu memengaruhi apakah produk Anda diterima atau tidak oleh konsumen. Apa Itu Desain Produk ?Manfaat Desain Produk• Memberikan pelayanan yang Dapat Memuaskan Konsumen • Dapat Meningkatkan Penjualan• Dapat Meningkatkan Perkembangan BisnisFaktor Penting Dalam Desain Produk Untuk Menarik Pelanggan1. Faktor Keamanan Kemasan Produk 2. Kemudahan Kemasan 3. Mudah dalam Pengangkutan dan Pengiriman 4. Produk Mudah Dikenal5. Faktor Informasi dan Promosi6. Faktor Ekonomi7. Faktor Keindahan Desain Produk8. Faktor Ramah Lingkungan Apa Itu Desain Produk ? Menurut ahli Franklin G Moore dan Thomas E Hendrick 1999, desain dari hasil produksi merupakan hal yang sangat penting, karena hasil produksi baru dapat menaikkan dua kali atau tiga kali omset suatu organisasi pada suatu waktu. Dapat diartikan bahwa desain pada produk disebut juga sebuah ide dan hasil kreasi manusia yang memiliki nilai manfaat serta nilai tambah bagi khalayak luas. Spesifikasi dari sebuah desain pada produk mempertimbangkan adanya proses produksi, harapan khalayak serta keputusan final yang telah dianalisa. Maka dari itu sangat penting bagi Anda setiap pebisnis dalam menciptakan desain produk untuk barang dan jasa kita agar meningkatkan konversi awareness dan penjualan secara signifikan. Baca Juga Strategi UKM Dalam Menghadapi Era New Normal Manfaat Desain Produk Berikut beberapa manfaat yang terdapat dalam membuat desain produk pada usaha Anda • Memberikan pelayanan yang Dapat Memuaskan Konsumen Ketika konsumen ingin membeli sebuah produk, maka hal pertama yang akan dilihat oleh konsumen adalah desain ataupun tampilan dari sebuah produk yang bisnis Anda miliki. Sebab apabila desain yang Anda miliki berkualitas, memiliki penampilan yang menarik pada produk dan memberikan kemudahan penggunaan serta tidak memiliki kendala dalam menggunakan produk usaha Anda, maka konsumen akan menilai dan mengambil keputusan pada produk yang Anda miliki. • Dapat Meningkatkan Penjualan Apabila Anda ingin menjangkau pasar yang lebih luas, maka Anda dapat membuat desain dengan hasil yang inovatif dan kreatif. Sebab fungsi desain pada produk merupakan faktor penentu sebuah kesuksesan suatu produk yang Anda miliki. Tentunya sangat memberikan pengaruh yang besar bagi penjualan serta meningkatnya pengembalian investasi pada bisnis Anda. • Dapat Meningkatkan Perkembangan Bisnis Dalam melakukan desain produk baik yang baru maupun desain yang sudah ada atau sudah lama tentu akan berpengaruh pada proses penjualan barang yang sudah di produksi. Adapun produk ataupun jasa apabila estetika produknya terlihat tinggi tentunya hal ini sangat berpengaruh besar bagi perkembangan bisnis Anda. Sehingga Anda mendapatkan penjualan produk itu sendiri akan meningkat. Maka oleh karena itu, dalam membuat desain produk merupakan hal yang sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan dan perkembangan yang bisnis Anda miliki. Baca Juga 5 Strategi Pemasaran Produk Kerajinan Yang Harus Anda Coba Faktor Penting Dalam Desain Produk Untuk Menarik Pelanggan Berikut hal yang perlu Anda ketahui mengenai apa saja faktor penting dalam desain produk menarik pelanggan 1. Faktor Keamanan Kemasan Produk Faktor yang perlu diperhatikan ketika mendesain kemasan produk ialah faktor keamanan produk. Keamanan ini merupakan faktor yang sangat diutamakan pada saat memilih atau menentukan jenis desain kemasan dan cara pengemasannya. Cara mengemas yang kurang baik juga dapat menimbulkan kerusakan pada produk yang Anda dikemas. 2. Kemudahan Kemasan Desain yang dimaksud dalam kemudahan kemasan di atas adalah berupa desain yang kemasan produknya mudah dalam segala hal, misalnya mudah mudah dibuka, mudah disimpan, mudah dituang, mudah untuk dibawa kemana-mana, mudah diambil dan berbagai kemudahan lainnya. Desain ini bertujuan untuk tidak membuat repot para konsumen dengan kemasan produk yang Anda buat. Sebab semakin banyak kemudahan yang dimiliki, akan semakin banyak pula minat konsumen untuk membeli. 3. Mudah dalam Pengangkutan dan Pengiriman Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan desain sebuah produk adalah faktor kemudahan pada proses pengiriman dan distribusinya. Jangan sampai desain kemasan produk sulit untuk diangkut atau dibawa. Sebab apabila jika hal ini terjadi, maka omzet penjualan dari produk Anda akan sulit untuk berkembang. Cara paling mudah untuk menentukan kemasan yang mudah untuk di distribusikan adalah dengan berkonsultasi pada penyedia jasa desain kemasan produk yang memang ahli di bidangnya. 4. Produk Mudah Dikenal Pada saat mengeluarkan sebuah produk tentunya tiap pebisnis berharap dan ingin agar produknya tersebut dikenal, populer dan memiliki ciri tersendiri dari setiap produk pesaing lainnya. Satu yang menjadi kunci produk mudah dikenali adalah dari desain kemasan produknya. Desain produk harus dirancang sedemikian rupa agar mudah dikenal dan diingat oleh konsumen. Selain itu desain kemasan produk juga harus dibuat unik agar terlihat berbeda dari produk lain khususnya untuk jenis produk serupa dari para kompetitor. Untuk membuat desain kemasan produk yang mudah dikenali, Anda bisa bekerjasama dengan jasa desain kemasan produk yang profesional. Faktor ini juga merupakan salah satu strategi pemasaran produk yang efektif dan efisein bagi setiap kalangan pebisnis. [elementor-template id="26379"] 5. Faktor Informasi dan Promosi Desain produk yang baik dapat menjadi media informasi awal sebelum konsumen menentukan keputusannya apakah ingin membeli produk tersebut atau tidak. Maka dari itu manfaatkan bagian tertentu pada bagian kemasan untuk menjelaskan detail produk yang Anda buat, sehingga konsumen tidak merasa tertipu. Informasi jelas yang konsumen dapatkan dari kemasan produk Anda akan menjadi alat untuk media promosi yang akan dilakukan oleh para konsumen dari mulut ke mulut. 6. Faktor Ekonomi Anda harus mampu memilih bahan untuk Anda desain agar perhitungan biaya ataupun pengeluaran produksi dapat berjalan secara efektif, sehingga biaya tidak melebihi proporsi manfaatnya. Seperti contoh, produk-produk susu atau makanan bayi dalam karton, produk-produk refill atau isi ulang dan lain-lain. 7. Faktor Keindahan Desain Produk Apabila bentuk kemasan indah dan dapat menarik perhatian para konsumen, maka konsumen akan tertarik untuk membelinya. Seperti contoh, bagian strategi pemasaran produk makanan, bagian industri ini sangat penting untuk menampilkan gambar kemasan yang dapat menggugah selera bagi konsumen yang melihatnya. Artinya, hanya dengan melihat gambar pada kemasannya, orang akan membayangkan kelezatan atau kesegaran produk tersebut. Namun dalam hal ini, perpaduan warna, pemilihan logo, pilihan huruf, tagline dan antribut lain sangat berpengaruh pada terciptanya suatu kemasan produk yang menarik. 8. Faktor Ramah Lingkungan Kemasan ramah lingkungan merupakan kemasan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah terurai tanah, bisa di daur ulang, dan tidak berbahaya bagi lingkungan serta manusia. Bahkan, kini kemasan ramah lingkungan tidak hanya digunakan untuk menjaga lingkungan, tapi juga sebagai tren baru di kalangan penjual. Sebagai bentuk kepedulian, kini banyak pelaku industri makanan, minuman, fashion, dan lainnya, ikut menggunakan kemasan ramah lingkungan. Desain produk memang sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat konsumen. Sebab dengan memiliki desain produk yang menarik dan kreatif, diharapkan penjualan bisnis Anda akan meningkat. Selain menentukan desain produk yang menarik, Anda juga perlu memerhatikan pencatatan keuangan bagar bisnis dapat terus berkembang. Agar keuangan bisnis dapat dikelola dengan tepat, Anda dapat menggunakan software akuntansi Harmony. Dengan Harmony Anda dapat membuat laporan keuangan secara real time dengan mudah walau tidak memiliki latar belakang sebagai akuntan sekalipun. Daftar Harmony sekarang juga dan dapatkan 30 Hari Gratis disini. Jika Anda adalah pebisnis yang sibuk, maka Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan menggunakan aplikasi Harmony dengan harga terjangkau. Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di Facebook, Instagram dan LinkedIn.
Apa yang pertama kali muncul di pikiranmu ketika mendengar istilah design thinking? Mungkin bagi kamu, design thinking identik dengan inovasi, berpikir out-of-the-box, punya terobosan baru, dan lain sebagainya. Sebenarnya, kamu nggak salah. Ketiga kata frasa tersebut memang hasil yang diinginkan dari proses melakukan design thinking. Biasanya, kemampuan melakukan design thinking dibutuhkan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan desain produk, user experience, UX designer, arsitektur, dan lain-lain. Design thinking tak hanya berlaku dalam pekerjaan tersebut, tetap juga dibutuhkan dalam bisnis. Design thinking memang mempunyai keuntungan seperti penghematan biaya dan jaminan return of investment ROI, membuat pengguna semakin loyal, dan menghemat waktu pengembangan. Konon, design thinking juga sangat penting dimiliki startup. Startup menciptakan, menguji produk atau servis dan tak jarang gagal sebelum mendapat pendanaan untuk meneruskan penemuannya. Startup harus bisa mendefinisikan masalah dan menjawabnya dengan hasil produknya. Design thinking di situlah berperan. Lantas, apa yang dimaksud dengan design thinking? Bagaimana karakteristik dan penerapannya? Simak terus informasi di bawah ini agar kamu dapat memahami design thinking. Apa Itu Design Thinking?1. Berbasis Solusi atau People-Centered2. Hands-On3. Highly Creative4. Dilakukan Secara Berulang atau IterativeProses dalam Design ThinkingTahapan Design Thinking1. Empathize2. Define3. Ideate4. Prototype5. TestContoh Penerapan Design Thinking Studi Kasus Gojek1. Empathize2. Define3. Ideate4. Prototype5. TestRekomendasi Buku & Artikel Terkait Apa Itu Design Thinking? Di internet, kamu akan menemui banyak definisi mengenai design thinking. Menurut “Interaction Design Foundation” misalnya, design thinking disebut sebagai proses yang dilakukan secara berulang untuk memahami pengguna, menantang asumsi, mendefnisikan ulang permasalahan, serta menciptakan solusi. Sedangkan “Career Foundry” mengatakan, design thinking adalah sebuah ideologi maupun proses untuk memecahkan masalah kompleks yang menitikberatkan kepentingan pengguna. Sederhananya, design thinking merupakan pendekatan atau metode pemecahan masalah baik secara kognitif, kreatif, maupun praktis untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai pengguna. Design thinking meliputi proses-proses seperti analisis konteks, penemuan dan pembingkaian masalah, pembuatan ide dan solusi, berpikir kreatif, membuat sketsa dan menggambar, membuat model dan membuat prototipe, menguji dan mengevaluasi. Inti dari design thinking meliputi kemampuan untuk Menyelesaikan masalah yang rumit. Mengubah strategi menjadi solusi. Menggunakan nalar abduktif dan produktif. Menggunakan media pemodelan non-verbal, grafik atau spasial, misalnya, membuat sketsa dan membuat purwarupa. Design thinking memberikan ruang bagi kita untuk gagal. Belajar dari kegagalan, kita harus memahami mengapa kita gagal dan mengapa kita harus memperbaikinya. Pemikiran desain juga dikaitkan dengan resep untuk inovasi produk dan layanan dalam konteks bisnis dan sosial. Beberapa resep ini telah dikritik karena terlalu menyederhanakan proses desain dan meremehkan peran pengetahuan dan keterampilan teknis. John E. Arnold adalah salah satu penulis pertama yang menggunakan istilah design thinking. Dalam “Creative Engineering” 1959 dia membedakan empat bidang pemikiran desain. Menurut Arnold, pemikiran desain dapat menghasilkan antara lain Fungsionalitas baru, yaitu solusi yang memenuhi kebutuhan baru atau solusi yang memenuhi kebutuhan lama dengan cara yang sama sekali baru. Tingkat kinerja solusi yang lebih tinggi. Menurunkan biaya produksi. Peningkatan salabilitas. Jadi, menurut konsep awal ini, design thinking mencakup semua bentuk inovasi produk, termasuk terutama inovasi inkremental kinerja yang lebih tinggi dan inovasi radikal fungsionalitas baru. Arnold merekomendasikan pendekatan yang seimbang Pengembang produk harus mencari peluang di keempat bidang pemikiran desain. Meski memiliki banyak arti, ada empat karakteristik yang akan selalu kamu temui dalam design thinking. 1. Berbasis Solusi atau People-Centered Kepentingan manusia sebagai pengguna adalah fokus paling utama dalam metode design thinking. Makanya, design thinking berperan mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi manusia dan menjawab masalah tersebut dengan solusi yang berguna dan efektif bagi mereka. Dengan kata lain, design thinking sangat mengandalkan solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pendekatan semacam ini akan menuntut menuntut seseorang untuk memunculkan sesuatu yang konstruktif demi mengatasi sebuah masalah. Pemikiran berbasis solusi disimpulkan dalam penelitian Bryan Lawson, Profesor Arsitektur di Universitas Sheffield yang membandingkan proses pemecahan masalah oleh kelompok ilmuan vs kelompok desainer. Lawson mengatakan bahwa kelompok ilmuwan cenderung mengidentifikasi masalah problem-based, sementara kelompok desainer lebih mengutakaman solusi masalah solution-based. Jadi, solution-based dilakukan secara eksperimental demi menemukan solusi yang tepat. 2. Hands-On Salah satu tahapan yang dilakukan dalam design thinking adalah prototipe menuangkan ide menjadi produk nyata. Tahap ini memungkinkan pengujian langsung dari tim desain terhadap produk setengah jadi. Karakteristik hands-on tak akan ada pada bisnis yang tak menggunakan design thinking. Misalnya dengan maraknya coffeeshop yang semakin menjamur di kota-kota besar. Keberadaan coffeeshop dengan model bisnis dan penawaran yang sama hanya akan membuat persaingan industri coffeeshop semakin ketat. Maraknya coffeeshop juga tidak berusaha mempertanyakan masalah yang ada pada peminat kopi. Sebagai hasilnya, tidak ada produk solutif yang dihasilkan. 3. Highly Creative Ada yang mengatakan kalau kreatif berarti dapat menciptakan sesuatu yang baru. Ada pula yang berpendapat bahwa seseorang yang kreatif dapat menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Kalau dilihat, intinya sama saja, bahwa kreativitas menuntut kebaruan. Karakteristik ini erat kaitannya dengan design thinking. Memecahkan masalah dan menjawabnya dengan solusi memang tujuan utama dari design thinking. Namun, solusi yang ditawarkan juga harus memperlihatkan konsep yang segar demi menarik pengguna. Kalau solusinya sudah ada sebelumnya, wajar bukan jika pengguna tidak tertarik dengan tawaranmu? 4. Dilakukan Secara Berulang atau Iterative Design thinking selalu dimulai dengan mencari masalah. Kenapa harus repot-repot mencari masalah? Ini karena perilaku dan keinginan pengguna terus berubah. Tak hanya itu, faktanya, pengguna tak benar-benar tahu apa yang diinginkan. Itu dibuktikan oleh ungkapan Henry Ford, founder salah satu perusahaan mobil terbesar di dunia, Ford. “Jika aku bertanya apa yang diinginkan pengguna, mereka akan menjawab kuda yang lebih cepat,” katanya. Meski pada akhirnya Ford tak menghasilkan kuda, setidaknya ia berhasil menyumbang sesuatu yang lebih cepat bukan? Pengguna tidak tahu bahwa yang kamu hasilkan akan berakhir menjadi sesuatu yang mereka butuhkan setelah tampak di depan mata. Design thinking ada untuk menjembatani kesenjangan ini. Ia akan digunakan terus-menerus untuk menyodorkan keinginan tak tampak tersebut, sampai hasil yang ada dapat menjawab apa yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Proses dalam Design Thinking Design thinking bukanlah istilah baru. Gagasan menggunakan pendekatan desain untuk pemecahan masalah secara kreatif sudah lama diperbincangkan para ahli sejak tahun 1960-an. Para ahli saling menyumbang pemikirannya, sehingga terbentuklah konsep design thinking. Ialah John E. Arnold yang pertama kali mengemukakan istilah design thinking dalam bukunya “Creative Engineering” pada 1959. Kemudian, pada 1965, L. Bruce Archer menimpali gagasan tersebut dengan mengemukakan bahwa design thinking perlu dilakukan secara sistematis. Herbert Simon, seorang sosiolog sekaligus psikolog Amerika menyumbang pemikirannya melalui artikelnya berjudul The Sciences of The Artificial yang terbit pada 1969. Simon memperkenalkan 7 langkah menggunakan desain sebagai pendekatan kreatif untuk problem-solving. Intisari konsep Simon itulah yang kemudian mengilhami 5 tahapan design thinking yang dikenal umum saat ini. Konsep tersebut semakin tenar setelah diterapkan David Kelley dan Tim Brown untuk perusahaan desain yang mereka dirikan, IDEO. Mereka melihat perusahaan kurang kreatif menangani kasus-kasus ekstrem yang menimpanya. Kelima tahapan ini tidak harus berurutan, tetapi juga dapat dilaksanakan secara non-linear. Artinya, dalam tahapan tertentu, kamu mungkin saja menemukan sebuah insight yang membuatmu harus memperbaiki hasil di tahapan lainnya. Selain itu, kelima tahapan ini juga bisa dipindah/diganti urutannya, atau dilakukan secara bersamaan, dan diulang beberapa kali untuk membuka kesempatan solusi-solusi terbaik. Lebih jelasnya, lihat bagan di bawah ini. 1. Empathize Empathize dalam design thinking adalah tahap paling awal yang krusial. Meski kelima tahapan ini dapat dilakukan secara parallel, tetapi kebanyakan project memulai dengan tahapan ini. Dalam tahap ini, kamu harus menaruh empati untuk mengenal pengguna dan memahami keinginan, kebutuhan, dan tujuan mereka. Tahap ini juga mengharuskan observer untuk meninggalkan sejenak asumsinya terhadap pengguna dan mulai memahami mindset pengguna. Untuk melepaskan diri dari asumsi, kamu bisa menanyakan apa yang dilakukan pengguna what, bagaimana dia melakukannya how, dan mengapa ia melakukannya why. Ketiga pertanyaan tersebut akan membantumu melakukan observasi yang objektif. Agar dapat memahami pengguna dari sisi psikologis hingga emosional, kamu bisa berinteraksi langsung dengan pengguna. Namun, saat ini, sudah banyak cara yang bisa digunakan untuk memahami pengguna. Misalnya seperti menganalisis feedback produk dan mengidentifikasi perilaku pengguna di media sosial. 2. Define Setelah mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengguna, tugasmu selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Selanjutnya, identifikasi masalah atau hambatan yang dialami pengguna. Tahapan define dalam design thinking sendiri dilakukan untuk menyebutkan problem statement. Dalam menamakan masalah, pastikan kamu menggunakan sudut pandang pengguna, bukan menekankan aksi yang harus dilakukan perusahaan. Misalnya, kamu menemukan bahwa terdapat kebutuhan cairan pelindung tangan untuk melindungi diri dari virus Covid-19. Dari situ, nyatakan masalah dengan “Masyarakat Indonesia membutuhkan…” daripada “Perusahaan kita harus membuat…” Ini akan membantu membedakan dengan jelas problem statement dan tidak membuat bingung perusahaan terkait penyebutan masalah dengan solusi. 3. Ideate Bermodal pengetahuan keluhan pengguna dan problem statement yang jelas, sekarang waktunya kamu menyusun ide-ide kreatif sebagai solusi masalah. Di sinilah, proses kreatif dimulai. Nielsen Norman Group mendefinisikan ideate sebagai proses menghasilkan serangkaian gagasan berdasarkan topik tertentu, tanpa ada upaya untuk menilai atau mengevaluasinya. Makanya, di sini, kamu bebas mengeksplorasi ide apa pun. Namun, merumuskan ide-ide kreatif tidaklah mudah. Beberapa ide akan dianggap menarik dan lainnya bisa jadi hanya akan berakhir di tempat sampah. Oleh karena itu, di tahapan ini kamu dituntut untuk berpikir out-of-the-box. Kalau kamu kesulitan melahirkan ide-ide cemerlang, kamu bisa mengikuti beberapa metode ideation yang sering digunakan, seperti brainstorming, mindmapping, hingga bodystorming roleplay. 4. Prototype Setelah memilih ide paling jenius, kamu harus membuat visualisasi dari idemu tersebut. Tahapan ini memang membutuhkan eksperimen untuk mengubah ide menjadi sesuatu yang tampak. Prototype sendiri merupakan produk belum jadi, simulasi, sample yang dapat mengevaluasi ide dan desain yang sudah kamu rancang, misalnya seperti versi beta dalam pembuatan website. Tahapan ini penting untuk menguji coba apakah produk yang digarap sejauh ini sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Di tahap ini, solusi yang ditawarkan bisa jadi diterima, diperbaiki, dirancang ulang, bahkan dari itu, fungsi tahapan ini memang untuk mempertanyakan ulang apakah produk yang ada sudah dapat menjawab permasalahan pengguna. 5. Test Sesuai namanya, di tahap ini, kamu harus menguji prototype kepada pengguna. Terkadang, testing bersifat opsional. Namun, menguji akan memberikan keuntungan tersendiri, yaitu product review. Dari situ, kamu bisa memaksimalkan kembali produk tersebut dari feedback dari pengguna. Meski tahap ini berada di akhir, bukan berarti proses design thinking telah selesai. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, design thinking adalah metode non-linear. Proses testing bisa jadi memunculkan kekurangan atau celah dari proses design thinking lainnya. Kalau begitu, kamu harus memperbaiki hasil dari proses yang rumpang. Misalnya, setelah dilakukan testing ternyata pengguna tidak terlalu membutuhkannya. Bisa jadi, problem statement yang kamu rumuskan kurang tepat. Maka, kamu harus mengulang kembali identifikasi masalah di tahapan define, lalu menentukan kembali ide-ide sebagai solusi masalah. Contoh Penerapan Design Thinking Studi Kasus Gojek Kali ini, kamu akan mengetahui kesuksesan Gojek dalam menemukan masalah dan memberikan solusi menggunakan design thinking. Founder Gojek, Nadiem Makarim resah saat banyak orang tak percaya ojek bisa menjadi pekerjaan profesional. Keraguan tersebut dijawabnya melalui penemuan inovatif berupa aplikasi penghubung mitra ojek online dan penumpang dengan Gojek. Per 2020, Gojek telah mengumpulkan 38 juta pengguna aktif bulanan, menyabet gelar unicorn pada Mei 2017, dan menjadi decacorn dua tahun setelahnya. Berikut tahapan penemuan Gojek menggunakan design thinking. 1. Empathize Nadiem mengatakan bahwa sektor ojek sangat bernilai. Ini berawal dari pengalaman pribadinya yang lebih memilih naik ojek dibanding membawa mobil sendiri untuk menghindari kemacetan Jakarta. Nadiem mendapati bahwa masyarakat juga merasakan keresahan yang sama dan membutuhkan tranportasi alternatif. Di sisi lain, karena sering naik ojek, Nadiem dapat memahami seluk beluk perjuangan seorang ojek yang bekerja selama 14 jam sehari dan tidak bertemu anak istri, tetapi hanya dapat 4 penumpang. Nadiem merasa prihatin dengan nasib tukang ojek. 2. Define Nadiem berusaha menjawab permasalahan yang ada dengan menekankan bahwa konsumen menghadapi masalah kemacetan setiap hari. Di sisi lain, terdapat ketidakpastian penghasilan dari tukang ojek, bahkan setelah bekerja berjam-jam dalam sehari. Selain itu, Nadiem juga melihat, pada saat banyak ojek tersedia, tidak banyak penumpang yang membutuhkan jasanya. Namun, saat penumpang butuh, sang ojek tidak berada di tempat. Kata Nadiem, ini menyebabkan inefisiensi pasar. Oleh karena itu, Nadiem merasa harus membuat terobosan baru untuk mengakomodasi hal tersebut. Potential problem statement “Masyarakat butuh transportasi alternatif untuk menghindari kemacetan Jakarta dan tukang ojek butuh kepastian penghasilan penumpang”. 3. Ideate Bermodal keresahan masyarakat atas kemacetan Jakarta, nasib tukang ojek, dan perumusan problem statement di atas, Nadiem merumuskan beberapa solusi. Salah satunya dan yang akan menjadi dasar pembuatan produknya saat ini, adalah dengan menciptakan sebuah penghubung antara kebutuhan penumpang dan tukang ojek. 4. Prototype Pada 2010, Nadiem membuat sebuah call center untuk ojek konvensional yang berjumlah 20 orang pengemudi. Setelah mendapat respons positif dari masyarakat, barulah Gojek mengembangkan aplikasinya. 5. Test Pada 2015, Gojek merilis aplikasi Go-Ride untuk melihat respons masyarakat. Tak lama, pengemudi berbondong-bondong mendaftar, dari yang mulanya 20 orang menjadi 800 orang pada 2015. Gojek telah sukses menjadi penghubung mitra ojek online dengan customer yang membutuhkan transportasi alternatif untuk menghindari kemacetan Jakarta. Selain layanan utama tersebut, Gojek juga semakin mengembangkan bisnisnya pada layanan antar makanan, barang, pembelian barang, jasa kebersihan, dan lain-lain. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait 12 Contoh Strategi Pemasaran yang Patut Dicoba Manajemen Pemasaran Pengertian, Fungsi, Tujuan, Tugas, dan Konsep Pengertian Biaya Variabel Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Rumusnya Pengertian Pemasaran dan 7 Jenisnya! Pengertian Promosi Promotion Pengertian dari Ahli, Jenis, dan Contohnya ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Dewi Rengganis – Desain Produk Ilustrasi belajar desain grafis. Foto Shutter StockSebagai seorang desainer, inspirasi tentu saja sangat dibutuhkan. Jika tahu cara mengolahnya, masalah yang dihadapi bisa jadi sumber inspirasi yang mana yang tidak pernah kehabisan ide dan inspirasi saat membuat sebuah desain? Semua desainer pasti pernah merasakan yang namanya "tidak ada inspirasi". Ide yang bagus muncul dari hal apa pun yang menginspirasi kita. Keadaan sekitar menjadi faktor penting agar kita tetap mendapat inspirasi, dan ide-ide bagus tetap jalan. Namun, apa jadinya jika keadaan di sekitar kita tidak menimbulkan inspirasi dan ide-ide yang kita butuhkan. Tentu saja hal itu sangat merepotkan dan membuat desainer kewalahan. Namun jika kita lihat lebih jeli lagi, ternyata banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi saat mendesain, salah satunya adalah dipahami bahwa masalah yang dimaksud di sini bukanlah masalah pribadi, atau masalah keluarga. Masalah yang dimaksud di sini adalah masalah yang terjadi di kehidupan sosial. Karena masalah yang terjadi di kehidupan sosial bisa menjadi patokan utama sumber inspirasi, jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kita bisa mencari sebuah solusi dari masalah tersebut, dan menjadikannya sebagai inspirasi dari desain yang kita ingin buat. Steve Jobs mengatakan bahwa “Desain tidak hanya sekadar bagaimana tampilan dan rasanya saja. Arti desain yang sebenarnya lebih ke bagaimana desain tersebut mampu bekerja”. Dari kata-katanya tersebut, menurut Steve Jobs desain yang baik adalah desain yang mampu bekerja dan menjadi solusi dari sebuah menurut Dieter Rams, seorang pakar desain sekaligus seorang desainer produk mengatakan bahwa, "Desain yang baik membuat sebuah produk berguna". Dari kata-katanya tersebut, Rams mengemukakan bahwa sebuah desain produk harus memiliki fungsi yang baik. Sehingga produk tersebut bisa berguna bagi para pemakai desain. Karena sebuah produk yang dibeli pasti akan dipakai oleh si pembeli, dengan harapan produk tersebut akan berguna untuk kehidupannya. Maka dari itu, sebagai seorang desainer produk, kita harus menomorsatukan fungsi melebihi apa pun, bahkan mendapatkan sebuah ide yang ideal untuk membuat desain yang baik, kita bisa melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah menganalisis sebuah masalah yang terjadi di lingkungan sosial kita. Setelah itu, kita harus membuat sebuah desain yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dan pada akhirnya, desain yang kita buat adalah desain yang baik, karena bisa bekerja dan menjadi solusi dari sebuah bagaimana caranya membuat sebuah desain yang bisa menjadi solusi dari sebuah masalah?1. Jangan ragu untuk bertanyaHal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah bertanya. Tidak perlu jauh-jauh, cukup dengan orang yang tinggal satu rumah dengan kita, atau anggota keluarga yang dekat dengan kita. Jangan malu untuk bertanya tentang apa masalah yang sedang mereka hadapi saat ini. Karena apa pun masalah yang sedang mereka hadapi, bisa menjadi sumber ide dan inspirasi untuk desain yang akan kita mengolah idenya adalah dengan mencari solusi dari masalah tersebut. Contohnya seperti ibu yang sedang membutuhkan sebuah tempat penyimpanan alat-alat dapur yang sederhana namun muat banyak. Dengan masalah ibu tersebut, kita bisa membuat sebuah desain rak penyimpanan yang dibutuhkan ibu, sebuah rak yang terlihat sederhana namun bisa muat banyak. Karenanya, kita tak hanya menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi ibu, namun kita juga mendapatkan ide baru untuk mendesain. Semua itu karena solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi, bisa menjadi sumber inspirasi dan dijadikan ide desain yang Memperhatikan keadaan sekitarSelain dengan bertanya, ada cara lain yaitu dengan memperhatikan keadaan sekitar. Lihatlah sekelilingmu dengan lebih teliti lagi. Saat melihat ke sekeliling, pasti kita menangkap satu atau dua momen di mana terlihat orang sedang kesulitan dengan masalah yang sedang mereka hadapi. Seperti contohnya seorang ibu rumah tangga sedang berjalan pulang dari pasar terlihat kesulitan membawa belanjaannya yang banyak. Saat melihat kejadian tersebut secara langsung, kita bisa memikirkan solusi apa yang kemungkinan tepat untuk masalah si ibu tersebut. Kita bisa memikirkan sebuah desain tas belanja yang ergonomis dan tidak menyulitkan ketika membawa belanjaan yang banyak. Dengan melihat dan menganalisis secara langsung, kita jadi tau inti dari permasalahan yang sedang terjadi di sekitar. Inti dari masalah tersebut bisa dijadikan modal utama untuk membuat sebuah desain yang berguna bagi orang 2 cara di atas, kita bisa mengubah sudut pandang pemikiran seorang desainer menjadi sudut pandang seorang yang memakai desain. Dengan itu maka didapatkan pemikiran jika kita menjadi seorang pemakai desain, detail apa saja yang kita butuhkan dan harus ada dalam desain tersebut. Detail-detail kecil yang sekiranya akan berguna dan tentunya menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi, jika dimasukkan ke dalam sebuah desain. Secara tidak langsung, kita tidak hanya menciptakan sebuah desain yang bekerja dengan baik, namun juga menciptakan sebuah desain yang bisa meringankan masalah yang dihadapi oleh pemakai hanya membantu memberikan solusi dari masalah sosial, kita juga mendapat inspirasi dan ide baru yang segar untuk membuat sebuah desain. Dengan melakukan analisis masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sosial, kita dapat berpikir lebih luas dan dari sudut pandang berbeda. Inspirasi dan ide desain juga pasti tak berhenti yang lahir dari hasil analisis masalah yang terjadi di kehidupan sosial, juga pastinya menjadikan desain yang dibuat menjadi lebih baik. Hasil desain yang dibuat tak hanya sekadar indah dipandang, namun juga bekerja dengan baik dan bisa menjadi solusi dari sebuah hasil analisis yang kita lakukan terhadap sebuah masalah, kita dapat membuat sebuah desain memenuhi beberapa aspek dalam prinsip desain. Prinsip desain yang sekarang dipakai adalah, desain yang baik adalah desain yang inovatif, membuat produk bermanfaat, produk terlihat estetika, membuat produk mudah dipahami, desain yang jujur, bagus dan tahan lama, serta memiliki detail akhir yang terpenuhi nya beberapa prinsip desain, kita pasti mendapatkan feedback yang baik untuk desain yang kita buat. Karena ide dari desain tersebut lahir dari sebuah masalah yang terjadi, dan desain yang kita buat hadir untuk jangan ragu untuk bertanya kepada orang sekitar tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Jangan ragu Juga untuk memperhatikan keadaan sekitar. Karena hal-hal kecil tersebut bisa memberikan ide yang ideal untuk desain yang akan kita buat nantinya. Karena sebagai seorang desainer, kita harus mengikuti kemauan user. Artinya, desain yang kita buat harus disukai dan dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan cara bertanya dan menganalisis, pekerjaan kita akan menjadi lebih mudah, karena ide yang kita butuhkan akan datang dengan sendirinya.
faktor yang menentukan ide desain