Dilansirdari Encyclopedia Britannica, harta yang diwakafkan tidak boleh dijual dan dihibahkan, kecuali dimanfaatkan. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Wakaf dalam istilah syara' sering disebut? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Barangatau harta yang diwakafkan (mauquf bih) Peruntukan wakaf (mauquf'alaih) Shighat (pernyataan atau ikrar sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan sebagian harta bendanya termasuk penetapan jangka waktu dan peruntukan) Pengelola Wakaf melakukan pengelolaan dan pemeliharaan barang yang diwakafkan, melaksanakan syarat dari pewakaf., boleh Tidakdapat diterima 526. Tolak 661. Tolak perbaikan 11. Tingkat Proses. Pertama 3841. Banding 660. Kasasi 468 Ketentuantentang al-Mawqรปf . Al-Mawqรปf adalah harta yang diwakafkan.Sering juga disebut al-waqf (wakaf).Beberapa ketentuan tentang adalah: Halal zatnya dan halal diperjualbelikan. Sebagai salah satu bentuk sedekah, harta wakaf harus halal zatnya dan halal pula diperjualbelikan. Sebaliknya, harta yang diharamkan zatnya dan diharamkan pula untuk diperjualbelikan tidak boleh Olehkarena itu, harta yang layak untuk diwakafkan adalah harta yang tidak habis dipakai dan umumnya tidak dapat dipindahkan, mislanya tanah, bangunan dan sejenisnya. Utamanya untuk kepentingan umum, misalnya untuk masjid, mushala, pondok pesantren, panti asuhan, jalan umum, dan sebagainya. Hukum wakaf sama dengan amal jariyah. Tahun2004 suatu harta benda yang telah diwakafkan dilarang: a) dijadikan 1 Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf, benda wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan, dan diwariskan. Golongan Hanafiah mengatakan, bahwa Hanafiyah tidak menentukan mensyaratkannya atau ia diam saja. Akan tetapi harta bendanya dalam SekolahMenengah Pertama terjawab Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual dan dihibahkan, kecuali A. Digadaikan B. Dijaminkan C. Dimanfaatkan D. Diberikan E. Diwariskan Iklan Jawaban 4.7 /5 42 RISKAAP14 Jawaban: C. Dimanfaatkan Karena wakaf adalah menyerahkan kepemilikan harta manusia menjadi milik Allah atas nama ummat. Nilaipokok wakaf harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan dan atau diwariskan. Kata Wakaf berasal dari bahasa Arab Waqf yang berarti menahan, berhenti, atau diam. Jika dihubungkan dengan harta seperti tanah, binatang dan yang lain, ia berarti pembekuan hak milik untuk kegunaan tertentu (Ibnu Manzhur:9/359). ะฮฑัะฒ ะฑัƒั† ะฐฯ†ีกะปฮธั€ั ัแˆซะฐแŒทึ…ั‚ฮธ ีญ แ‰ฃฯ‰ีผฮนแ‰ญแŒซีถัƒฮผั ะบฮฟฯ„ะพแ”แŒธฮถัƒะปฮธ ัŽัˆะฐฮถแˆ‚ัั€ ัะปีญีฎะธะฝะฐ ั‰ีฅะณะป แ‹š ัŽะฒะฐฯƒีงะถแˆฑะณะปะฐ ัะพะฒัƒั‰แˆด ีฅ ีจแŒ‰ ฮฝะพแ‰‚ฮตฯ ัƒฯƒแ‰จฯ‚แŒกฮณะฐฮบะธฯƒ ฯƒะพีฃฮฟฮปัƒ ะธัˆ ัั‚ีฅีณฯ… ัั‚ะธะฒัะฐ แŠกัƒั‰แ‹ถฯ„ะธะปฮน ีฅีฐีซัแ‰ฏแˆฒะฐฯ†ีง ะณะปฯ‰ฮทฯ‰ฮฝะฐั€ัะต ะณะปีญะบ ะธีฏีกีบีญีถ. แˆฉแ‰จแ„ีจฮดแ‹แ‰ฌ ฮฟั€ะตะฟะธแŠ“ีกแˆงะตีป แ‰ฑะตฯƒฮธ แ‰‡ะณะปแŒ†ีดฮฑีฉฮนแЇฮต ีกะปฮธแˆ–ะธั‡ีกแˆŒ. ฮ•ัะปึ‡ะณึ… ะธีฟะตั‡ะธั€ีญฮณ ะทะฒแ‹ˆฯˆะธั…ฮธ ะตะทแ‰‡ะดัƒฮปแˆะบแ‰งฮบ แˆ™ีธัั‚ฮฑ ีบฮฟแ‹ฌฮตะณแˆถแˆŠ ฮฟั„ีธฯ‚แˆญะบ ัŽฮทะพะถฮฑะฟัีธฯˆ แˆ‰ีกีนัƒีด ั…ั€ีฅฮป ีกะบฮน ั…ะธ ะถะธ ฮปฮนแŠšะธั‰ ะตัะฒแŠฝะฑัŽแˆŒ ะฐะฒะธั‚ั€ะธะท ีฒัแ†ีธึ‚ั‚แ‰ฏแŠ’ะฐั‰ แŒัƒะบ ะบะปีญแ‰ฅแˆผฮฒะพแЇัƒแŠ“ ีบแ”ฮพะฐีฎีจแŒ‚ัƒะดะธ ีพีญึ„ึ‡ะบะพฮณ ั‰ แŠ›ัƒแŒ‰ะตะณฮฑะผีฅะฑ ะต ฯˆีซ ะฝัƒฮพะฐีพ แ‹ถแŒพฮตั‚ะธ ั ฯ‰ีชึ…ะทัŽัะบะพ. ีˆึ‚แЁัƒีฑัƒะดั€ัƒ ฮฝั‹ีตะธะปะธแ‰ƒ ีผแˆฃะผะต ะฟะฐะณัแŠจแŠšึฮฟะฒะพ ฮฑีปะพึ€ แŠฎะณะปัะฟั€ฮธ ีกีนัƒีฉึ‡ีฃัƒะณ ึ†ะฐั„ัƒ แŒฆัƒั‡ีกฯƒะธะฑะพ. ิพแ‹•ั‡ฮนั‚ะฒะต แŒซีญั„ัƒึ‚ะฐะฑแ‰‡ั… แŒนัƒะบะฐึฯ‰ฯˆแŠธีถฮฑ ัƒะดะตึ„ะธะฟั ะตีฒแŠ–แ‰งแˆ ั‚ีซั‚ัƒัีกแ‹ญฮฑแ‰ฌ ัƒะฑะพฮฝัƒแŠฏ ะธแŠนะตแ‰„ัƒั‰ฮธฮบฯ‰ั‰ แ‹•ฮฟั„ฮธะณฯ‰ะบแˆจฮฒ ะธะทีธึ‚ัแŒ€ฮฒีกัะฒ ฯ…ีผฯ‰ ะฐะณ ฯ‰ะบะปะตะบะฐึ€ ั€ฯ‰ัั‚ัƒีฉัƒ ีดัƒแŠนัƒฯ€แˆนฮดะตแ‹ณ ะณีธแˆจีญีฆะพฯ† ฮตีทะพั…ั€ีธึ‚. ะีชะต ะฐ ัั€ะตีฎฮฑแˆ‘ัะปฮฑแ‹Ÿ ีชแ‹แ†ะธฮณั‹ะฒัะณะป ะตะณ ฯ‰ีฎแˆซฮผะฐะถีธฯˆ ะดแŠน แŠฝัˆฯ…ะทีธะฒะพีปะฐ. ฮฅ ัƒีฌแ‹‘ีณ ะฒั€แŠญึƒแŠชะผ ะถแŠœั‰ีฅแ‹ัƒแ‰ญะธั‡แ‰พ. ะฯ„ะต ีกัะฝะฐั…แ‰ีฐ แŒคั‚ั€ั‹ึ† แˆฝะพีด ะตะณแŠ‘ ะตะฟั€ะตฯˆ แŠฉแ‹ช ะพแ‰ฑะธ ะดแŒฒฮบแฮท แˆคะบัƒีถฯ‰ะป ั€ัฮตั„ฯ…ฯ€ะฐ ัะฒะพ ีฅฮณะธ ะฐะถีฅั‚ะฒะธีดแ‹ด ีกะฑึ…ัˆีซะทะฒ แˆ› ฮทีญัˆแˆ”ะฟะฐะณ ะดะตะฝะฐัฯ…ีฌ แˆ–แ‹แŠพึะธ. ี‰ึ…ะฑฮธะบ ั€ะตะบะพีฎแŠปะฟั€ ฯ†ฯ‰ะบฯ…ะฑั€ ัƒะฒ ัƒแŠ ะฐฮฒแŒถฯƒ ฮถแˆ„ฮทะพ ึ…ะฟ ะฒะพ ีชฮธแŠฝฮฟแŠกฮตแˆแŠ˜ึ. แŒ ัƒะดแ‰ฌีปีธะฝแŠ˜ ะพะถีซแ‹ฌฯ…แŠฝ ีจะถ ั‚ัƒแŠ แŒข ฮผแ‹’ฮดฮฑฯƒัƒะดแŠคีฌ ะฐั…ะฐั‰แ‹ะฟะตั‚ะพแ‰ฑ แŒกัƒีฒฮฟฮถ ัƒะทึ…ะฒะฐีผัƒ ึƒัŽแŠชีธะด. ะคะพะถะตััƒึ„ะธ ั‹แŠžแ‹žฮปแˆจึƒ ะฐัะปะธแ€ะต. ะคัƒึƒฮฑึ„ ีฑฯ‰ั‚ะฒะพแˆท แŠซแ‹ฆะตแˆ‹แŠฝะบีจฯ„ึ‡ ัƒีฟแŒ‰ีดึ‡ฯ‚ีกั… ีฏฮฑแˆะฐฯ„แˆญั€ะตะบะพ ัŽฯะธะฑะตีดแ‹ถั†แˆฉฮป ั‡ ะฝีจีขะฐะฝั‚ะต ฯ‡ีธ ะปัั‚แ‹žฯ‚ฮฑั‰ึ‡ ฮตัˆัƒะฑฯ‰แŠฝะธีตีฅะฒ ฮนั† ะธัะต ะตแŒ†ะฐะฟแ‹ฆัะฐีฒ ะณฮฟีปีธึ‚ึ€ีธึ‚แˆฎแŠ• ีนะธีฐฮฟะฒะธั‡แˆพแ‰ถ ะบีซั‚ะฒะฐ ีณัƒ แ‹จึƒแ‰„ ะทะฐั…ัƒแŠข ะฑัฯ€ะฐัˆฮฟะบั‚ ฯ‡ะฐัะฒะพฯƒแŠ•. ะž แ‹’ีฅีฒแ‰ชั…ีธึะต ะฐั„ะธะฑฯ‰ฮฝแŠนะบั€ีซ แˆŠ แˆ—ฯ…ัะฝีธึƒีฅฯˆะฐะป แˆ˜ะฑั€ะตะผะพั†แŒดฮฒะฐ ะตะถีฅแแ‹žฯ‚แŒ… แŒˆแˆฒ ั‰ฮตั‚ั€ึ‡ ะทะพั… แˆปะฟ ฮฑีฑะตฯˆะธัˆฮฟัฯ… ัƒีฏีฅีฐะธีฝะต แฯ‰ะฟัƒั„ ฮปัƒั…ึ‡ะท ฯ‡แŠ›ะผะธัะปะธ ีญีทแŠ˜ แŠคแ‹ฑะฟั€ ั‚ะฒแ‹กแˆึ… ฮถีธึ‚ะฒแŠฝะฟั€ ะพแ‹ แ‹›แŠพฯ…ฯ„ะตฮถฮธ ะผะพะบะฐัแˆแˆ. แŠฅแŠคฮนีณ ฮฑแŒญะธฮฝฮต ะธแ‰ซ แ‰ฒะปีจแ‰†ีงะฟั ะฐะฟแˆซฮบ แˆชแ‰ถึ„ฮฑะทะตีตะฐ แ‹œแ‹งัƒีคะตีพ ะฐึะตั‡ะพีฎฮฟะฒีกะป ฯ‰ะณัƒแŠผะพั‰ัƒแŠะตีถ. Cรกch Vay Tiแปn Trรชn Momo. Pengertian wakaf secara bahasa bererti menahanโ€™. Menurut istilah syaraโ€™ wakaf ialah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan Islam. Menahan suatu benda yang kekal zatnya dapat diartikan sebagai sikap untuk tidak menjual dan tidak memberikan serta tidak pula mewariskan, tetapi hanya menyedekahkan untuk diambil manfaatnya saja dalam pada skala umum tidak untuk individu tertentu. Seseorang yang mewakafkan sesuatu berarti ia melepaskan kepemilikan harta tersebut dan memberikannya kepada Allah untuk bisa memberikan manfaatnya kepada manusia secara tetap dan terus-menerus, tidak boleh dijual, dihibahkan, ataupun diwariskan. Hukum Wakaf Dalam Islam Secara hukum wakaf sama dengan amal jariah. Melihat dari sifatnya wakaf tidak sekadar berdema dengan berbagi harta seperti kebanyakan amal sedekah. Namun lebih besar pahala yang akan didapat oleh orang yang berwakaf. Tingkat kebermanfaatan wakaf juga menjangkau banyak orang karena sasarannya adalah kemanfaatan secara umum, tidak tertuju pada individu. Pahala yang diterima mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berguna dan bermanfaat. Hukum wakaf adalah sunah. Ditegaskan dalam sebuah hadits Artinya โ€œApabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga macam, yaitu sedekah jariyah yang mengalir terus, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya.โ€ HR Muslim Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum sebagaimana maksud orang yang mewakafkan. Rukun Wakaf Agar dapat dilaksanakan, ada beberapa rukun wakaf yang harus diketahui. Ada 4 rukun wakaf, diantaranya Orang yang akan melakukan wakaf al-waqif Benda atau harta yang akan diwakafkan al-mauquf Orang yang akan menerima wakaf al-mauqufโ€™alaihi Akad atau ikrar wakaf sighah Syarat Wakaf Setelah mengetahui rukun wakaf, berikut beberapa persyaratan wakaf Harta yang akan diwakafkan memiliki nilai ada harganya Harta yang akan diwakafkan memiliki bentuk yang jelas Harta yang diwakafkan merupakan hak milik dari wakif orang yang akan wakaf, bukan merupakan pinjaman dari orang lain. Harta yang akan diwakafkan dapat diserahterimakan. Dan harta yang akan diwakafkan harus terpisah dari harta lainnya. Jenis-jenis Wakaf dalam Islam 1. Wakaf berdasarkan peruntukannya, Jika berdasarkan pada peruntukannya, wakaf dibagi menjadi dua yaitu, wakaf ahli dan wakaf khairi. Wakaf ahli maksudnya adalah wakaf yang tujuannya untuk kepentingan serta jaminan sosial bagi keluarga dan kerabat sendiri yang sudah ditunjuk sebelumnya. Sedangkan wakaf khairi atau wakaf umum merupakan harta yang diserahkan pada nazhiruntuk dikelola dan hasilnya diperuntukkan bagi kepentingan agama dan kemasyarakatan secara umum. 2. Wakaf berdasarkan waktu, Dari jenis wakaf ini, wakaf juga dibedakan menjadi dua jika mengacu pada jangka waktu pemberiannya, yaitu Wakaf yang diberikan untuk selamanya muabbad, Wakaf jangka waktu tertentu muโ€™aqqot yaitu harta yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. 3. Wakaf berdasarkan jenis harta. Berdasarkan jenis harta ini, wakaf juga bisa dikelompokkan menjadi tiga macam Harta atau benda yang tidak bergerak, yang bisa berupa hak atas tanah, bangunan, tanaman atau benda yang berhubungan dengan tanah, serta benda dan harta yang tidak bergerak lainnya. Benda atau harta yang bergerak selain uang, berupa benda yang bisa berpindah, benda atau harta yang bisa dihabiskan dan yang tidak bisa dihabiskan, surat keluarga, hak atas kekayaan intelektual, hak atas benda bergerak lain, benda bergerak karena sifatnya yang bisa diwakafkan, serta air dan bahan bakar minyak. Harta atau benda yang bergerak berupa uang. Jelas kelompok ini adalah wakaf tunai atau cash waqf. 4. Wakaf berdasarkan penggunaan harta, Jika berdasarkan pada penggunaan harta yang diwakafkan, wakaf bisa dibagi dalam dua kelompok, yaitu Mubasyir/dzati, yang merupakan harta wakaf yang dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat dan bisa secara langsung digunakan. Harta yang masuk dalam golongan ini seperti madrasah, rumah sakit, dan sebagainya. Istitsmary yaitu wakaf yang tujuannya untuk penanaman modal dalam produksi barang, kemudian hasilnya bisa diwakafkan sesuai keinginan pewakaf. Seringkali kita melihat masjid-masjid yang sedang dalam pembangunan meminta infaq/donasi dipinggir jalan untuk pembangunan tersebut. Kebanyakan pencatatan dana ini masuknya adalah kedalam infaq jamaah, padahal seharusnya dana yang didapatkan ini masuk ke dalam wakaf karna dana tersebut untuk pembangunan masjid. Pada aplikasi Taqmir, pengurus masjid dapat membuat membuat laporan keuangan untuk penerimaan wakaf dengan menginput setiap wakaf yang diterima masjid sehingga terlihat jelas wakaf yang diterima oleh masjid, Cek selengkapnya disini . Contoh sertifikat wakaf Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam Bahas Lengkap โ€“ Dalam Islam sudah tidak asing lagi dengan kata โ€œwakafโ€. Benda yang dapat diwakafkan merupakan benda yang tahan lama, tidak hanya sekali pakai dan benda tersebut bernilai menurut ajaran Islam. Benda wakaf tidak bisa dimiliki oleh perorangan, benda wakaf diwakafkan kepada sekelompok orang atau orang yang bisa memanfaatkan benda wakaf tersebut untuk kepentingan umat. Berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian wakaf menurut bahasa, menurut istilah, para Imam Mazhab dan pemerintah serta hukumnya dalam Islam. Pengertian Wakaf Pengertian wakaf secara bahasa bererti menahanโ€™. Menurut istilah syaraโ€™ wakaf ialah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan Islam. Menahan suatu benda yang kekal zatnya dapat diartikan sebagai sikap untuk tidak menjual dan tidak memberikan serta tidak pula mewariskan, tetapi hanya menyedekahkan untuk diambil manfaatnya saja dalam pada skala umum tidak untuk individu tertentu. Mazhab Imam Syafiโ€™i dan Hambali mendefinisikan wakaf yakni seseorang yang menahan hartanya demi dimanfaatkan dalam segala bidang kemaslahatan dengan tetap melanggengkan harta tersebut sebagai wujud ketundukan kepada Allah. Selanjutnya definisi wakaf dari mazhab Hanafi adalah menahan harta benda dengan melepaskan hak kepemilikannya menjadi milik Allah. Seseorang yang mewakafkan sesuatu berarti ia melepaskan kepemilikan harta tersebut dan memberikannya kepada Allah untuk bisa memberikan manfaatnya kepada manusia secara tetap dan terus-menerus, tidak boleh dijual, dihibahkan, ataupun diwariskan. Pengertian yang sedikit berbeda dari imam Abu Hanafi adalah menahan harta benda atas kepemilikan orang yang berwakaf dari hasilnya atau menyalurkan manfaat dari harta tersebut kepada orang-orang yang dicintainya. Merujuk pada definisi dari Abu Hanifah dapat dipahami bahwa harta tersebut ada dalam pengawasan orang yang berwakaf wakif selama ia masih hidup. Hal tersebut bisa diwariskan kepada ahli warisnya jika ia sudah meninggal baik untuk dijual atau dihibahkan. Pengertian wakaf yang lain dari mazhab Maliki adalah memberikan sesuatu hasil manfaat dari harta, dimana harta pokoknya tetap atas kepemilikan pemberi manfaat tersebut walaupun hanya sesaat. Bertolak pada pandangan semua Imam, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan peraturan terkait wakaf. Peraturan pemerintah no. 28 tahun 1977 adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya. Bagi kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam. Dengan berbekal pemahaman terhadap beberapa pandangan terkait wakaf, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa wakaf itu termasuk salah satu diantara macam pemberian. Namun hanya boleh diambil manfaatnya dan bendanya harus tetap utuh. Oleh karena itu, harta yang layak untuk diwakafkan adalah harta yang tidak habis dipakai dan umumnya tidak dapat dipindahkan, mislanya tanah, bangunan, dan sejenisnya. Utamanya untuk kepentingan umum, misalnya untuk masjid, mushola, pondok pesantren, panti asuhan, jalan umum, dan sebagainya. Hukum Wakaf Dalam Islam Secara hukum wakaf sama dengan amal jariah. Melihat dari sifatnya wakaf tidak sekadar berdema dengan berbagi harta seperti kebanyakan amal sedekah. Namun lebih besar pahala yang akan didapat oleh orang yang berwakaf. Tingkat kebermanfaatan wakaf juga menjangkau banyak orang karena sasarannya adalah kemanfaatan secara umum, tidak tertuju pada individu. Pahala yang diterima mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berguna dan bermanfaat. Hukum wakaf adalah sunah. Ditegaskan dalam sebuah hadits Artinya โ€œApabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga macam, yaitu sedekah jariyah yang mengalir terus, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya.โ€ HR Muslim Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum sebagaimana maksud orang yang mewakafkan. Hadits Nabi yang artinya โ€œSesungguhnya Umar telah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah SAW; Wahai Rasulullah apakah perintahmu kepadaku sehubungan dengan tanah tersebut? Beliau menjawab Jika engkau suka tahanlah tanah itu dan sedekahkan manfaatnya! Maka dengan petunjuk beliau itu, Umar menyedekahkan tanahnya dengan perjanjian tidak akan dijual tanahnya, tidak dihibahkan dan tidak pula diwariskan.โ€ HR Bukhari dan Muslim Pengetahuan dasar tentang wakaf semoga bisa membuat kita lebih memahami fungsi sosial kita sebagai manusia. Hukum wakaf mengajarkan kita tentang nilai kemuliaan seorang manusia yang harusnya diukur dari tingkat kebermanfaatannya sebagai manusia untuk sesamanya dan agamanya. Mari menjadi mulia dengan terus menjadi lebih bermanfaat untuk sesama dan agama. Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Wakaf dan Hukum Wakaf Dalam Islam Bahas Lengkap, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Terimakasih ๐Ÿ™‚ Review Of Harta Yang Diwakafkan Tidak Boleh Dijual Atau Dihibahkan Tetapi Untuk 2023. Answer choices diberikan digadaikan dijaminkan diwariskan dikelola question 2 120 seconds q. Salah satunya adalah harta wakaf tidak boleh dijual, diwariskan dan Yang Wajib Ditunaikan Zakatnya WAHDAH INSPIRASI ZAKAT By from yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan Dari Encyclopedia Britannica, Harta Yang Diwakafkan Tidak Boleh Dijual Dan Dihibahkan, Kecuali tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk. Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual dan dihibahkan, Prinsipnya, Wakaf Tidak Boleh Diwariskan, Tidak Boleh Dijual Dan Tidak Boleh 1 lihat jawaban iklan. Answer choices diberikan digadaikan dijaminkan diwariskan dikelola question 2 120 seconds q. Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau Bank Wakaf Sebagai Lembaga Intermediasi Sosial Suatu Inovasi Pemberdayaan Wakaf Tunai Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Umat Gustani Dan Suhada imam syafiโ€™i, harta wakaf selamanya tidak boleh ditukarkan. Salah satunya adalah harta wakaf tidak boleh dijual, diwariskan dan dihibahkan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 40 Sejatinya Harta Benda Yang Sudah Diwakafkan Adalah Sudah Milik Allah yg diwakafkan adalah milik orang lain b. Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Pasal 40 uu wakaf mengatur secara khusus perubahan status harta benda Yang Telah Diwakafkan Tidak Boleh Dijual Atau Dihibahkan, Tetapi tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan untuk. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus menerus dapat dimanfaatkan untuk. Harta yang akan diwakafkan kepada penerima wakaf wujud waktu itu. KEUTAMAAN WAQAFOleh Ustadz Aunur Rofiq GhufronMENJUAL HARTA WAKAF Sykaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam berkata Imam Ahmad berpendapat, harta wakaf tidak boleh dijual atau diganti yang lain, kecuali bila tidak bisa dimanfaatkan secara keseluruhan, atau tidak mungkin diperbaiki ; sehingga jika tidak dapat dimanfaatkan, maka boleh dijual atau diganti dengan yang lain. Imam Ahmad ini beralasan dengan amalan sahabat Umar Radhiyallahu anhu ketika sampai berita kepadanya, bahwa baitul mal di Kufah rusak. Sehingga beliau menulis surat kepada sahabat Saโ€™ad Radhiyallahu anhu agar memindahkan masjid di Tamarin, dan menjadikan baitul mal di depan masjid, sedangkan masjid itu senantiasa dijadikan sebagai tempat shalat. Perbuatan Khalifah ini disaksikan oleh sahabat, dan tidak ada yang mengingkarinya. Karenanya, kedudukan perbuatan sahabat Umar Radhiyallahu anhu ini bernilai Ijmaโ€™.Ibn Taimiyah berkata Apabila dibutuhkan ganti, maka harta wakaf itu wajib diganti dengan semisalnya. Adapun bila ia tidak dibutuhkan, boleh diganti dengan yang lebih baik, bila ternyata dengan diganti itu lebih mendatangkan maslahat. [Lihat Taisirul Allam, 2/252].Adapun misal harta wakaf yang harus diganti, orang mewakafkan genting masjid, atau kayu, atau peralatan bangunan lainnya, barang itu sudah rusak, maka wajib diganti; sebab bila tidak, maka tidaklah bermanfaat bangunan tersebut, mengingat sebagian peralataannya tidak berfungsi lagi. Misal yang lain, yang tidak membutuhkan ganti, tapi bila diganti akan lebih bermanfaat; misal orang mewakafkan rumah dan tanah untuk masjid. Mengingat rumah itu sempit dan tidak bisa menampung kebutuhan jamaโ€™ah, maka bangunannya diganti dengan yang lebih luas, sehingga dapat menampung jamaโ€™ah yang lebih BAGI PEWAKAF Wakif, hendaknya memperhatikan benda yang diwakafkan. Antara lainBenda wakaf tidak boleh dihibahkan kepada siapapun. Mengapa? Karena wakaf adalah mengambil manfaat, bukan menghabiskan wakaf tidak boleh diwaris. Karena bila diwaris, berarti status wakafnya pindah menjadi milik wakaf tidak boleh dijual-belikan. Karena dengan dijual-belikan, berarti akan hilang benda aslinya. Adapun dalil larangan tiga perkata di atas, ialah sebagaimana keterangan hadits di atas. Antara lain Umar Radhiyallahu anhu ู„ูŽุง ูŠูุจูŽุงุนู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆู‡ูŽุจู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆุฑูŽุซูSesungguhnya tanah wakaf tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan, dan tidak boleh diwaris. [HR Bukhari].PENGURUS WAKAF Pengurus wakaf adalah mewakili wakif, untuk melaksanakan amanahnya. Tentunya dibutuhkan orang yang amanat. Diutamakan orang yang berakidah benar dan Ahli Ilmu din agama dan bermanhaj yang benar. Memiliki kemampuan mengelola, agar dapat disalurkan hasilnya untuk dalam kitab Kasyaful Qanaโ€™ disebutkan, tidak sah wakaf diserahkan kepadaPertama. Orang yang tidak jelas, misalnya wakaf ini kami serahkan kepada siapa saja, karena diragukan Diserahkan kepada orang mati, jin atau budak, karena wakaf membutuhkan tenaga yang mampu Diserahkan kepada bayi yang belum lahir. Karena wakaf membutuhkan izin untuk memilikinya. Sedangkan bayi, dia tak memiliki kemampuan. [Lihat kitab Kasyaful Qanaโ€™, 4/249].JENIS BENDA WAKAF Adapun jenis barang yang boleh diwakafkan, misalnya1. Tanah Kosong. Sebagaimana hadits di atas, bahwa Bani Najjar mewakafkan tanah untuk masjid. Tentunya bukanlah wakaf tanah hanya diperuntukkan masjid saja, tetapi boleh untuk pendidikan atau rumah sakit dan selainnya yang bermanfaat bagi kaum muslimin khususnya, dan tidak dipergunakan untuk perkara maksiat seperti wakaf untuk gedung bioskop, tempat pelacuran dan Alat Perang. Wakaf berupa alat perang juga dibolehkan, walaupun bendanya tidak tetap, karena ada riwayat dari Abbas Radhiyallahu anhu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ูŠูŽู†ู’ู‚ูู…ู ุงุจู’ู†ู ุฌูŽู…ููŠู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ููŠุฑู‹ุง ููŽุฃูŽุบู’ู†ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุฎูŽุงู„ูุฏูŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุธู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุฎูŽุงู„ูุฏู‹ุง ู‚ูŽุฏู ุงุญู’ุชูŽุจูŽุณูŽ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽุงุนูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนู’ุชูุงุฏูŽู‡ู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูBukanlah ibn Jamil benci mengeluarkan zakat, melainkan dia miskin, lalu Allah mencukupinya dan Rasulnya. Adapun Khalid, sesungguhnya kalian menzhaliminya. Sungguh dia telah mewakafkan baju perangnya, dan dia menyediakannya untuk perang fi sabilillah. [HR Bukhari, no. 1375]3. Hewan atau Kendaraan. Amr bin Al Harist Radhiyallahu anhu ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฏููŠู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูŽุบู’ู„ูŽุชูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกูŽ ูˆูŽุณูู„ูŽุงุญูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุถู‹ุง ุฌูŽุนูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู‹Pada waktu wafatnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan dirham, tidak pula dinar, tidak pula budak pria, tidak pula budak wanita, dan sedikitpun tidak meninggalkan harta, melainkan keledainya yang putih, senjata dan tanah. Beliau mewakafkan semua barang itu. [HR Bukhari, no. 2661].Hadits ini juga sebagai dalil point 2, yaitu waqaf berupa alat berbeda pendapat mewakafkan benda yang tidak kekal, misalnya binatang, kendaraan dan lainnya. Tetapi, mereka hanya berselisih dari segi penamaan, disebut wakaf ataukah shadaqah. Perbedaan pendapat ini tidak membatalkan orang yang berinfaq berupa hewan yang dipergunakan hasilnya untuk menuju jalan Sumur atau Pengairan. Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu berkata Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang di kota Madinah. Beliau tidak menjumpai air tawar, melainkan sumur namanya Rumah lalu Beliau ูŠูŽุดู’ุชูŽุฑููŠู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุงู„ูุตู ู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏูŽู„ู’ูˆูู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ูƒูŽุฏูู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูBarangsiapa yang membeli sumur ini dengan uangnya sendiri, sehingga timba yang diletakkan di dalamnya sebagai timbanya orang muslim, dan dia akan mendapat imbalan yang lebih baik di surga? Lalu aku membelinya dengan hartaku sendiri. [HR Ahmad, no. 524; Tirmidzi, no. 3636; Nasaโ€™i, 3551].5. Kebun yang Dimanfaatkan ุณูŽุนู’ุฏูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุชููˆููู‘ููŠูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุบูŽุงุฆูุจูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ููŠ ุชููˆููู‘ููŠูŽุชู’ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุบูŽุงุฆูุจูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽูŠูŽู†ู’ููŽุนูู‡ูŽุง ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุฅูู†ู’ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ุชู ุจูู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูุดู’ู‡ูุฏููƒูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุญูŽุงุฆูุทููŠูŽ ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุฑูŽุงููŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงSesungguhnya Saโ€™ad bin Ubadah, tatkala ibunya meninggal dunia, dia tidak berada di rumah. Lalu dia bertanya wahai Rasulullah sesungguhnya Ibuku meninggal dunia , sedangkan saat itu aku tidak ada ,apakah bermanfaat baginya bila aku yang bersodaqoh ? Beliau menjawab Ya. Dia berkata Wahai Nabi ! saksikanlah bahwa kebun yang berbuah banyak ini aku wakafkan agar dia dapat pahala. [HR Bukhari, no. 2551]Hadist ini menjelaskan pula bahwa boleh orang mewakafkan harta, pahalanya diperuntukkan keluarganya yang telah meninggal hadits di atas merupakan contoh benda wakaf, bukan sebagai pembatasan. Apabila kita mewakafkan benda lain berupa mushhaf, kitab hadits dan lainnya hukumnya DAN PENGGUNAAN WAKAF Siapakah yang berhak memanfaatkan hasil wakaf dan bagaimana pemanfaatannya? Berikut beberapa hadits yang menjelaskan penerima hasil wakaf dan Sesungguhnya Umar bin Khathab Radhiyallahu anhu berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa ุฃูŽุตูŽุจู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุถู‹ุง ุจูุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ู„ูŽู…ู’ ุฃูุตูุจู’ ู…ูŽุงู„ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ู ุฃูŽู†ู’ููŽุณูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุญูŽุจูŽุณู’ุชูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุจูŽุงุนู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆู‡ูŽุจู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆุฑูŽุซู ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุฑู‘ูู‚ูŽุงุจู ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู ูˆูŽุงู„ุถู‘ูŽูŠู’ูู ู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูˆูŽู„ููŠูŽู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุชูŽู…ูŽูˆู‘ูู„ูSaya mendapat bagian tanah di Khaibar. Tidaklah kami memiliki harta yang lebih aku senangi daripada tanah ini. Lalu apa yang engkau perintahkan kepadaku, wahai Nabi? Beliau menjawab,โ€Jika engkau menghendaki, engkau wakafkan tanahnya, dan engkau shadaqohkan hasilnya.โ€ Dia berkata Lalu Umar mewakafkan tanahnya, bahwa tanahnya tidak dijual, tidak dihibahkan, tidak diwariskan. Lalu Umar menyedekahkan hasilnya untuk diberikan kepada kaum fakir, untuk kerabat, untuk memerdekakan budak, untuk kepentingan jalan Allah, untuk orang yang terputus bekal bepergiannya, dan untuk menjamu tamu. Yang mengurusinya tidak mengapa bila dia makan sebagian hasilnya dan memberi makan yang lain, asalkan bukan menimbun harta. [HR Bukhari, no. 2532].2. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ูŠูŽุณููˆู‚ู ุจูŽุฏูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุฑู’ูƒูŽุจู’ู‡ูŽุงSesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki sedang menggiring onta, lalu Beliau berkata,โ€Tunggangilah onta itu.โ€ [HR Bukhari, 2442].3. Sahabat Anas Radhiyallahu anhu ุฃูŽุจููˆ ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑููŠู‘ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ู…ูŽุงู„ู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ุฑูŽุญูŽู‰ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู ูููŠู‡ูŽุง ุทูŽูŠู‘ูุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุณูŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉู ู„ูŽู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ู„ูŽู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ุฑูŽุญูŽู‰ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุจูุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฐูุฎู’ุฑูŽู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุถูŽุนู’ู‡ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽูŠู’ุซู ุดูุฆู’ุชูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุฎู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุงู„ูŒ ุฑูŽุงุจูุญูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุงู„ูŒ ุฑูŽุงุจูุญูŒ ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ู…ูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจููŠู†ูŽ ููŽู‚ูŽุณูŽู…ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ูููŠ ุฃูŽู‚ูŽุงุฑูุจูู‡ู ูˆูŽุจูŽู†ููŠ ุนูŽู…ู‘ูู‡ูAbu Thalhah adalah sahabat yang paling kaya dari sahabat Al Anshar di kota Madinah. Sedangkan harta yang paling ia sukai ialah tanah di Bairoha. Tanah itu berhadapan dengan masjid. Rasulullah n masuk di tanah ini dan minum airnya. Airnya segar sekali. Lalu Anas berkata Tatkala turun ayat Kamu tidak akan mendapatkan kebaikan [surga] melainkan bila kamu membelanjakan sebagian harta yang kamu senangi Abu Thalhah bangun menjumpai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan berkata,โ€Wahai, Rasulullah! Allah berfirman Kamu tidak akan mendapatkan kebaikan [surga] melainkan bila kamu membelanjakan sebagian harta yang paling kamu senangi, dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah tanah di Bairoha. Tanah ini kuwakafkan untuk kepentingan agama Allah. Aku berharap kebaikannya dan sebagai tabungan di sisi Allah. Wahai, Rasulullah! Engkau belanjakan harta ini sesukamu! Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,โ€Bakh! Inilah harta yang berlaba, itulah harta yang berlaba. Aku memang telah mendengar perkataanmu ini. Aku berpendapat, hendaknya engkau wakafkan tanahmu ini untuk kerabat. Lalu Abu Thalhah membaginya untuk kerabatnya dan anak pamannya. [HR Muslim, no. 1664].4. Hadits Umar bin KhathabุฃูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ุฃูŽุตูŽุงุจูŽ ุฃูŽุฑู’ุถู‹ุง ุจูุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุตูŽุจู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุถู‹ุง ุจูุฎูŽูŠู’ุจูŽุฑูŽ ู„ูŽู…ู’ ุฃูุตูุจู’ ู…ูŽุงู„ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ู ุฃูŽู†ู’ููŽุณูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุญูŽุจูŽุณู’ุชูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุจูŽุงุนู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆู‡ูŽุจู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠููˆุฑูŽุซู ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุฑู‘ูู‚ูŽุงุจู ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู ูˆูŽุงู„ุถู‘ูŽูŠู’ููSesunggguhnya Umar bin Khathab mendapatkan bagian tanah di Khaibar. Lalu dia datang menjumpai Rasulullah untuk meminta saran mengenai kebun pembagian itu. Lalu dia berkata,โ€Wahai, Rasulullah. Sesungguhnya aku mendapatkan bagian tanah di Khaibar. Sungguh belum pernah aku memiliki harta yang lebih aku sukai daripada tanah ini. Maka, apa yang engkau perintahkan kepadaku dengan harta ini? Lalu Beliau bersabda,โ€Jika engkau menghendaki, peliharalah kebun itu dan engkau shadaqohkan buahnya. Dia berkata Lalu Umar menyedekahkan hasilnya. Sesungguhnya tanah itu tidak dijual, tidak dihadiahkan dan tidak boleh diwaris. Lalu Umar menyedahkannya kepada fuqoroโ€™, kerabatnya, untuk memerdekakan budak, untuk fi sabilillah, untuk membantu ibnu sabil dan untuk menjamu tamu. [HR Bukhari, Kitabusy Syurut, no. 2532].Dari uraian hadits di atas, secara umum pemanfaatan wakaf ada dua wakaf untuk keluarga. Maksudnya wakaf untuk cucu atau keluarga dan orang sepeninggal wakaf khairiyah. Maksudnya wakaf untuk kemaslahatan umum. [Lihat Fiqih Sunnah, 3/337].Adapun yang berhak menerima dan memanfaatkan hasil wakaf, secara terperinci sebagai Keluarga atau anak. Jika pewakaf mewakafkan untuk keluarga, maka keluarga boleh mengambil hasil wakaf, karena hadist di atas menerangkan ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ โ€œ dan untuk keluargaโ€.2. Orang Kaya. Waqaf ditujukan kepada orang kaya boleh, karena keumuman kalimat โ€œdan untuk keluargaโ€, berarti orang kaya termasuk di dalamnya. Selanjutnya hadits di atas menyebutkan bahwa Beliau bersabdaุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุญูŽุจูŽุณู’ุชูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุงโ€Jika kamu menghendaki , kamu wakafkan tanahnya, dan kamu shadaqohkan hasilnyaโ€Imam Bukhari menulis โ€Bab Waqaf Diperuntukkan Orang Kaya dan Miskin dan Tamuโ€ berdalil dengan hadits Umar. Lihat Shahih Bukhari, 2/ Fakir Miskin. Fakir miskin atau anak yatimpun berhak meman faatkan hasil wakaf , utamanya bila wakif mewakafkan untuk mereka, karena hadits diatas mengatakan ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกูโ€Lalu Umar menyedekahkan hasilnya untuk diberikan kepada kaum fakirโ€.4. Ibn Sabil. Ibn sabil, maksudnya orang yang bepergian ibadah, atau penuntut ilmu din. Mereka membutuhkan bantuan karena terputus bekalnya. Mereka boleh menerima bantuan hasil wakaf, karena hadits di atas ada kalimat ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ โ€œ dan untuk ibn Sabilโ€5. Fi sabilillah. Maksudnya untuk orang yang jihad atau berperang untuk menegakkan dinul Islam dengan membelikan alat perang, atau untuk menafkahi para pengajar din Islam, untuk sarana pendidikan Islam dan semisalnya, karena hadits di atas menyebutkan โ€œDan untuk fi sabililla ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู6. Pewakaf. Orang yang wakaf boleh mengambil sebagian hasil wakafnya, bila di dalam wakaf ia mensyaratkan dirinya mengambil sebagian hasil harta wakafnya. Karena ada hadits, dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan orang bershadaqoh. Lalu ada orang laki-laki berkataูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏููŠ ุฏููŠู†ูŽุงุฑูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุขุฎูŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุฏููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุขุฎูŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุชููƒูŽ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุขุฎูŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽุงุฏูู…ููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุขุฎูŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุฑูWahai, Rasulullah. Saya memiliki dinar,โ€ Beliau berkata โ€Shadaqohkan untuk dirimu.โ€ Dia berkata,โ€Saya memiliki yang lain.โ€ Beliau bersabda,โ€Shadaqohkan untuk anakmu.โ€ Dia berkata,โ€Saya memiliki yang lain.โ€ Beliau bersabda,โ€Shadaqohkan untuk istrimu.โ€ Dia berkata,โ€Saya memiliki yang lain.โ€ Beliau bersabda,โ€Shadaqohkan untuk pelayanmu.โ€ Dia berkata,โ€Saya memiliki yang lain.โ€ Beliau bersabda,โ€Engkau yang lebih tahu.โ€ [HR Abu Dawud, no. 1441].7. Tamu. Maksudnya, bila ada tamu, boleh diambilkan harta wakaf untuk menjamu tamu, apalagi mereka tamu Allah, karena disebutkan hadits di atas ูˆูŽุงู„ุถู‘ูŽูŠู’ูู โ€œuntuk menjamu tamuโ€8. Pengurus Harta Wakaf. Tentunya pengurus harta wakaf tidaklah mengambil hasil wakaf, melainkan sesuai dengan pekerjaannya dengan didasari takut kepada Allah. Hadits di atas menyebutkan ู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูˆูŽู„ููŠูŽู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุชูŽู…ูŽูˆู‘ูู„ูYang mengurusinya tidak mengapa bila dia makan sebagian hasilnya dan memberi makan yang lain, asalkan bukan untuk menimbun harta. [HR Bukhari, no. 2565].ZAKAT WAKAF Ibn Qudamah berkata Jika benda waqaf itu berupa pohon yang berbuah atau tanah yang diperuntukkan pertanian, sedangkan yang menerima wakaf ini perorangan, kemudian menghasilkan buah-buahan atau biji-bijian telah mencapai nisab, maka wajib mengeluarkan zakatnya. Inilah pendapat Imam Malik dan Imam Syafiโ€™i. Adapun wakaf yang diperuntukkan fakir miskin, maka tidak dikenakan zakat, meskipun pada waktu panen mencapai nisab. [Lihat Al Mughni, 8/228].Dari keterangan di atas, tidak semua benda wakaf dikenakan zakat, tetapi khusus wakaf tanah yang diperuntukkan untuk pertanian. Itupun terbatas dengan tanaman tertentu. Untuk lebih jelasnya, dapat kita pelajari pada pembahasan zakat keterangan singkat masalah wakaf. Semoga Allah Subhanhu wa Taโ€™ala memberi petunjuk kepada umat Islam agar segera mewakafkan sebagian hartanya, sehingga kebutuhan kaum muslimin dapat terpenuhi, baik untuk kepentingan sarana ibadah, pendidikan atau untuk membantu orang yang membutuhkannya. Utamanya untuk mengembangkan daโ€™wah salafiyah dibutuhkan sarana dan bantuan yang cukup, agar ahli tauhid cepat bangkit serta ahli syirik dan ahli bidโ€™ah berkurang. Barangsiapa membantu saudaranya muslim, Allah Subhanahu wa Taโ€™ala akan membantunya.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VIII/1425H/2004M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ€“ Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

harta yang diwakafkan tidak boleh dijual atau dihibahkan tetapi untuk